A mixed-methods study of pregnancy-centered antenatal care strategies for stunting prevention in Jepara Regency
Background: Stunting remains a major public health challenge rooted in the prenatal
period. Although antenatal care (ANC) coverage in Indonesia is high, gaps in ANC
quality, nutrition counseling, and risk-responsive care limit its effectiveness for stunting
prevention.
Objectives: This study examined pregnancy-centered ANC strategies for stunting
prevention in Jepara Regency using a mixed-methods approach integrating quantitative
and qualitative findings.
Methods: An explanatory sequential mixed-methods design was applied. The
quantitative phase involved a cross-sectional survey of 212 pregnant women receiving
routine ANC. ANC quality was assessed using the Content-Qualified Antenatal Care
(ANCq) indicator, dietary diversity using the Minimum Dietary Diversity for Women
(MDD-W), and stunting prevention knowledge and practices through structured
questionnaires. Multivariable generalized linear models identified predictors of stunting
prevention practices. The qualitative phase included in-depth interviews with 24
purposively selected pregnant women. Reflexive thematic analysis and narrative
integration were conducted.
Results: The mean ANCq score was 7.1 ± 1.8, indicating moderate ANC adequacy,
while only 46.2% of participants achieved minimum dietary diversity (MDD-W ≥5).
Higher ANCq scores (β = 2.84; p < 0.001), adequate dietary diversity (β = 5.96; p <
0.001), maternal education, and partner support were significantly associated with
stronger stunting prevention practices. Qualitative findings revealed limited
understanding of stunting prevention despite regular ANC attendance, a
knowledge–practice gap caused by economic and pregnancy-related barriers, and the
important role of family and health-system support.
Conclusions: Pregnancy-centered stunting prevention is strongly influenced by ANC
quality, dietary diversity, education, and partner support. Strengthening risk-responsive
ANC and practical nutrition counseling may improve early stunting prevention
outcomes.
KEYWORD: antenatal care quality; dietary diversity; Indonesia; mixed-methods;
pregnancy-centered care; stunting prevention
Pemanfaatan Platform E-Commerce Shopee sebagai Alat Strategis untuk Mendorong Pemasaran Bisnis Lokal di Desa Batealit
Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah Shopee sebagai media e-commerce yang mudah diakses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha di Desa Batealit dalam memanfaatkan Shopee sebagai alat pemasaran strategis. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan platform digital serta meningkatnya minat untuk mengembangkan usaha secara online.
ANALISA BELANJA ONLINE PADA PENINGKATAN DAYA BELI KONSUMEN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perilaku konsumen Indonesia dalam belanja
online. Sebelum merilis barang mereka ke pasar, setiap perusahaan melakukan penelitian khusus
tentang cara konsumen memilih untuk membeli barang. Dengan perkembangan zaman digital
yang semakin tak terelakkan, setiap bisnis harus mengubah strategi pemasarannya dengan
menerapkan sistem penjualan online. Karena kemudahan yang ditawarkannya, banyak orang
percaya belanja online adalah salah satu cara untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah membandingkan hasil studi dan jurnal tentang belanja
online di Indonesia. Setelah itu, teori perilaku konsumen yang sudah ada ditinjau untuk membuat
kesimpulan tentang apa yang dipikirkan pelanggan saat berbelanja di sebuah toko online. Hasil
penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa banyak faktor mempengaruhinya. Hasil penelitian
dapat digunakan sebagai referensi dan pertimbangan bagi toko online di Indonesia dalam
mengaitkan dan menjaga pelanggan untuk tetap berbelanja di tokonya sehingga tokonya tertarik
dan disukai pembeli.
INTERNET TERHADAP PROSES BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan internet terhadap
proses belajar siswa di lingkungan sekolah. Internet saat ini menjadi salah satu
teknologi informasi yang sering digunakan oleh siswa untuk mencari materi
pelajaran dan informasi pendidikan. Penggunaan internet yang tepat dapat
membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih mudah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik
observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internet
membantu siswa memperoleh informasi lebih cepat, menambah wawasan, dan
mempermudah pengerjaan tugas sekolah. Namun, penggunaan internet juga perlu
diawasi agar tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan
pembelajaran.
PELATIHAN PENGGUNAAN GOOGLE WORKSPACE UNTUKMENINGKATKAN KEMAMPUAN DIGITAL SISWA DI SMK AL HIKMAH MAYONG
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu siswa SMK AL HIKMAH
Mayong memahami penggunaan Google Workspace dalam kegiatan belajar. Saat
ini penggunaan aplikasi digital sangat penting karena dapat membantu siswa
membuat dokumen, menyimpan file, dan melakukan komunikasi secara online.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan praktik langsung.
Siswa diberikan penjelasan mengenai penggunaan Google Docs, Google Sheets,
Google Drive, dan Google Meet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih
memahami penggunaan aplikasi digital dan mampu memanfaatkan teknologi
informasi untuk kegiatan belajar.