
Ada kisah menarik di balik kehadiran mahasiswa baru Universitas Al Hikmah Jepara (UAJ) tahun akademik 2026/2027. Dua mahasiswa kembar, Imroatul Asmah yang akrab disapa Asmah dan Khafidotul Ismah yang biasa disapa Ismah, kini sama-sama menempuh pendidikan di UAJ, meskipun berada di program studi yang berbeda.
Asmah lebih dahulu menjadi bagian dari UAJ pada tahun 2025 melalui Program Studi S1 Perdagangan Internasional. Sementara itu, Ismah baru bergabung sebagai mahasiswa baru tahun 2026 melalui Program Studi D3 Kebidanan.
Keputusan keduanya untuk menempuh pendidikan di kampus yang sama ternyata bukan sesuatu yang muncul secara kebetulan. Sejak awal, keduanya memang memiliki keinginan untuk bisa melanjutkan pendidikan bersama.
Ketertarikan Ismah memilih D3 Kebidanan karena mempertimbangkan keberadaan program studi tersebut di UAJ yang telah memiliki akreditasi. Ketertarikannya pada bidang kebidanan juga menjadi bagian dari pilihannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan.
Berbeda dengan Ismah, Asmah memilih S1 Perdagangan Internasional karena ketertarikannya terhadap dunia perdagangan dan logistik, khususnya aktivitas ekspor dan impor.
“Saya sering penasaran, bagaimana perusahaan di suatu negara bisa bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia? Syarat apa saja yang harus mereka setujui?” ujar Asmah ketika menceritakan ketertarikannya terhadap dunia perdagangan internasional.
Menariknya, Asmah sebenarnya bukan orang yang sejak awal direncanakan untuk masuk UAJ terlebih dahulu. Ismah merupakan saudara yang sebelumnya akan melanjutkan kuliah di UAJ. Namun, karena masih menyelesaikan masa pendidikan di pondok pesantren, rencana tersebut harus ditunda selama satu tahun.
Kesempatan tersebut kemudian membuat Asmah masuk lebih dahulu pada tahun 2025. Ia memilih S1 Perdagangan Internasional, sementara Ismah menyusul setahun kemudian dan akhirnya resmi menjadi mahasiswa baru D3 Kebidanan pada 2026.
Kini, keduanya memiliki pengalaman yang berbeda sebagai mahasiswa UAJ. Asmah yang sudah lebih dahulu menjalani kehidupan perkuliahan turut menceritakan pengalaman dan suasana kampus kepada saudara kembarnya.
Menurut mereka, Salah satu hal yang menjadi pertimbangan mereka memilih UAJ adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan kampus. Lingkungan kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkreasi dan mengembangkan diri turut membuat Ismah dan Asmah semakin yakin untuk melanjutkan pendidikan di UAJ.
Menjadi saudara kembar sekaligus mahasiswa di kampus yang sama memberikan pengalaman tersendiri bagi keduanya. Mereka mengaku senang karena memiliki satu sama lain sebagai tempat untuk berdiskusi dan saling membantu dalam menjalani proses pendidikan, termasuk ketika menghadapi tugas perkuliahan maupun materi yang belum dipahami.
“Bisa berangkat bareng, jajan bareng, dan kalau ada sesuatu yang tidak tahu bisa dibahas bareng,” ungkap mereka.
Meski berada di bidang keilmuan yang berbeda, keduanya tetap saling mendukung dalam menentukan pilihan pendidikan. Bagi Asmah dan Ismah, perbedaan program studi bukan menjadi jarak, tetapi justru membuka kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan dari bidang masing-masing.
Keduanya juga memiliki harapan yang sama selama menjadi mahasiswa UAJ. Mereka ingin menjadi mahasiswa yang aktif, kreatif, berani mencoba berbagai hal positif, serta mampu memberikan manfaat bagi organisasi maupun lingkungan di sekitarnya.
“Semoga bisa menjadi mahasiswa aktif, kreatif dan bermanfaat untuk organisasi kecil maupun besar, serta mampu memperkaya ilmu dari sudut mana pun,” harap mereka.
Bagi keduanya, masa kuliah bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik. Mereka ingin menggunakan masa perkuliahan untuk menambah wawasan, membangun keberanian, memperluas pengalaman, dan bertemu dengan lebih banyak orang dari berbagai latar belakang.

Setelah menyelesaikan pendidikan di UAJ, Asmah dan Ismah bahkan memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan bersama. Jika memiliki kesempatan, keduanya ingin menempuh program magister di luar negeri. Namun, apabila rencana tersebut belum dapat terwujud, mereka ingin terlebih dahulu membangun jaringan dengan orang-orang profesional di bidang yang mereka minati.
Meski memiliki pilihan pendidikan yang berbeda, keduanya tetap membawa satu harapan yang sama: tumbuh, belajar, dan berkembang bersama selama menjadi mahasiswa dari Universitas Al Hikmah Jepara.
“Insyaallah bisa lulus bareng” kata mereka.